Cirebon, fkannews – Berbagai pertanyaan mulai mengemuka dari masyarakat pengguna layanan air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cirebon. Keluhan utama warga bukan hanya soal air yang kerap tidak mengalir akibat kebocoran pipa, tetapi juga soal tagihan bulanan yang tetap berjalan tanpa kompromi.
Tokoh masyarakat Jalan Kembang Kota Cirebon, Achmad Sofyan, menyampaikan kegeramannya terhadap buruknya kualitas pelayanan PDAM yang dinilai merugikan pelanggan.
“Masyarakat diwajibkan bayar rutin tiap bulan, tapi ketika air tidak mengalir karena kerusakan, tidak ada tanggung jawab jelas. Ini kan janggal,” ujar Sofyan kepada fkannews.
Ia menegaskan bahwa PDAM tidak boleh hanya fokus pada penagihan, sementara hak masyarakat sebagai konsumen diabaikan.
“Jangan sampai masyarakat dirugikan. Kalau air tidak ngucur, PDAM harus memberikan kompensasi. Mereka bayar setiap bulan, jadi PDAM wajib bertanggung jawab,” tegasnya dengan nada geram.
Tagihan Lancar, Pemeliharaan Buruk
Menurut Sofyan, persoalan ini mencerminkan lemahnya pemeliharaan infrastruktur serta minimnya transparansi pengelolaan anggaran PDAM.
“Jangan cuma bisa nagih terus, tapi hak pelanggan disepelekan. Pemeliharaan pipa seperti apa? Transparansi anggaran seperti apa?” katanya.
Ia juga menyoroti kebocoran pipa yang disebut sudah lama terjadi, bahkan sejak tahun lalu di kawasan wisata Pelangon, Kabupaten Sumber, namun hingga kini belum ada penggantian pipa secara serius.
“Setahu saya pipa itu sudah harus diganti sejak tahun lalu. Kenapa tidak dilakukan? Uang masyarakat itu tidak kecil,” ujarnya.
Sofyan menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka ke mana alokasi dana pemeliharaan yang dibayarkan setiap bulan.
“Dana pemeliharaan harus dibuka ke publik, jangan sampai menimbulkan spekulasi negatif. Jangan sampai uang pelanggan entah lari ke mana,” tandasnya.
Program Peningkatan Layanan Dipertanyakan
Sofyan juga mempertanyakan berbagai program peningkatan layanan yang kerap diklaim PDAM, namun tidak sejalan dengan realita di lapangan.
Pasalnya, banyak warga mengeluhkan air tidak mengalir, atau mengalir dengan tekanan sangat kecil, namun beban biaya tetap dibebankan penuh.
“Program peningkatan layanan itu katanya ada, tapi faktanya warga masih sering mengeluh air tidak ngucur. Tapi tagihan tetap jalan terus,” katanya.
Ancaman Jalur Resmi Pengaduan
Sofyan menyatakan dirinya siap menempuh jalur resmi pengaduan jika hak konsumen terus diabaikan.
“Kalau hak konsumen tidak terpenuhi, saya akan ambil jalur resmi delik pengaduan. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya. (red)
