Notification

×

Iklan

Iklan Manual

Iklan Manual baris 2

Iklan

Indeks Berita

SDN Keramat 1 Cirebon Gelar Literasi dan Lomba Batik, Semarakkan Hari Batik Nasional

Last Updated: 2026-10-03T09:36:16Z
CIREBON, FKAN News — SDN Keramat 1 Kota Cirebon menggelar kegiatan literasi sekaligus berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Keramat 1, Jalan Siliwangi Nomor 47, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, tersebut diikuti seluruh siswa. Selain mendorong budaya membaca, kegiatan juga diisi dengan lomba membatik dan vision show sebagai sarana mengenalkan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Kepala SDN Keramat 1 Cirebon, Aksan, S.Pd., mengatakan kegiatan literasi merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap bulan dan dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang mendorong siswa untuk gemar membaca sekaligus berani tampil.

“Ini kegiatan rutin setiap bulan karena memang kita memprogramkan ekstrakurikuler literasi. Harapannya anak-anak semakin gemar membaca,” ujar Aksan, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, berbagai perlombaan juga menjadi tantangan positif bagi siswa. Mereka didorong untuk berani tampil, menyelesaikan tantangan, serta menunjukkan hasil dari kebiasaan membaca.

“Anak akan menerima tantangan untuk tampil saat lomba. Artinya, semakin banyak anak membaca, mereka akan mendapatkan penghargaan berupa PIN,” jelasnya.

Momentum Hari Batik Nasional tahun ini juga dimanfaatkan sekolah untuk memberikan edukasi mengenai batik kepada peserta didik. Setelah kegiatan literasi, siswa mengikuti kegiatan membatik dan hasil karya tersebut dapat dibawa pulang.

“Karena kegiatan hari ini bertepatan dengan 2 Oktober yang diperingati sebagai Hari Batik Nasional, kita manfaatkan momentum ini untuk kegiatan membatik,” katanya.

Untuk siswa kelas rendah, proses membatik mendapat pendampingan dari orang tua agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Selain praktik membatik, kegiatan vision show juga dikemas sebagai pembelajaran budaya. Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis batik dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk nama dan asal daerahnya.

“Bukan hanya lomba, tetapi di sana juga diperkenalkan beberapa jenis batik. Dari daerah-daerah tertentu, anak-anak mengetahui nama batiknya dan berasal dari daerah mana. Jadi ada edukasinya,” tutur Aksan.

Ia menegaskan, pengenalan batik kepada siswa tidak semata-mata mengenai corak dan keindahan kain, tetapi juga menanamkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

“Bukan hanya lomba batiknya saja, tetapi anak-anak tahu bahwa batik itu budaya. Bukan hanya corak yang indah, tetapi sebuah karya yang memang kita pilih untuk kita lestarikan,” tegasnya.

Aksan menambahkan, pihak sekolah akan terus konsisten melaksanakan kegiatan literasi secara rutin. Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya diukur dari kemampuan siswa membaca, tetapi juga keberanian mereka mengekspresikan gagasan, melakukan review terhadap bacaan, dan tampil di hadapan orang lain.

“Semakin banyak membaca buku, semakin gemar membaca. Kemudian anak juga berani mengekspresikan, berani me-review dan tampil. Itu sudah luar biasa,” pungkasnya. (IP)
-->