CIREBON, FKANNews – Per 31 Agustus 2026 menjadi hari terakhir Lilik Agus Darmawan, S.Pd. menjalankan tugas kedinasannya di SMP Negeri 1 Kota Cirebon. Perpisahan tersebut meninggalkan banyak kesan dan kenangan, sekaligus menjadi momentum bagi Lilik untuk menyampaikan pesan kepada para siswa agar terus giat belajar dan mengutamakan akhlak.
Lilik mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru setelah bertahun-tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan, khususnya selama menjadi bagian dari keluarga besar SMPN 1 Kota Cirebon.
“Alhamdulillah, per 31 Agustus 2026 merupakan masa terakhir jabatan saya di SMPN 1 Kota Cirebon. Tentu ada kesan dan kenangan yang sangat banyak. Saya ingin berpesan kepada anak-anak, siswa-siswi SMPN 1 Kota Cirebon, teruslah giat belajar dan menuntut ilmu. Siapkan diri kalian untuk menghadapi masa depan,” ungkap Lilik.
Menurutnya, kecerdasan dan kemampuan intelektual memang penting dalam meraih keberhasilan. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya ukuran kesuksesan seseorang.
“Kepintaran, kecerdasan, dan intelektual hanya sebagian kecil dari kesuksesan seseorang. Yang paling utama adalah akhlak dan budi pekerti,” tegasnya.
Lilik mengatakan, menjadi seorang guru bukan sekadar menjalankan pekerjaan, melainkan sebuah anugerah sekaligus perjalanan panjang untuk belajar dan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Hari ini saya berdiri di hadapan kalian dengan perasaan yang sulit digambarkan. Ada rasa syukur karena telah diberi kesempatan mengabdi di dunia pendidikan selama bertahun-tahun. Namun, ada juga rasa haru karena masa itu akhirnya sampai pada titik perpisahan,” tuturnya.
Selama menjalankan tugas sebagai pendidik, Lilik mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga. Dari para siswa, ia belajar memahami perubahan zaman. Dari sesama guru, ia belajar bahwa pendidikan tidak dapat dilakukan seorang diri, tetapi membutuhkan kebersamaan, kerja sama dan ketulusan.
“Menjadi guru adalah anugerah besar. Saya tidak pernah menganggap ini sekadar pekerjaan. Di sekolah saya belajar tentang kesabaran. Dari murid-murid, saya belajar memahami perubahan zaman. Dari rekan-rekan guru, saya belajar bahwa mendidik tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi harus dengan kebersamaan dan ketulusan,” ujarnya.
Ia pun menitipkan tiga pesan penting kepada para siswa, yakni terus menuntut ilmu, taat kepada orang tua, menghormati guru dan menjaga persahabatan dengan sesama.
“Selain rajin menuntut ilmu, taatilah orang tua, hormati guru dan bersahabatlah dengan teman. Sebab, ilmu yang tinggi pada akhirnya akan terlihat nilainya melalui akhlak,” pesannya.
Lilik juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMPN 1 Kota Cirebon yang selama ini telah menerima dirinya sebagai bagian dari perjalanan sekolah.
“Saya berterima kasih kepada seluruh keluarga besar SMPN 1 Kota Cirebon karena telah menerima saya sebagai bagian dari perjalanan panjang ini. Terima kasih atas kerja sama, dukungan dan kenangan baik yang tidak mungkin saya lupakan,” katanya.
Kepada para siswa, Lilik juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan maupun sikap yang dianggap terlalu tegas.
“Kepada anak-anakku, jika selama ini ada kata-kata yang terlalu tegas atau sikap yang terasa keras, percayalah, itu lahir dari keinginan agar kalian tumbuh menjadi pribadi yang baik. Saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Tetaplah belajar, jaga adab dan jangan cepat menyerah,” pesannya.
Tidak hanya kepada siswa, permohonan maaf juga disampaikan Lilik kepada seluruh rekan guru dan tenaga pendidikan di SMPN 1 Kota Cirebon.
“Saya juga mohon maaf kepada rekan-rekan guru atas segala kekhilafan. Saya bersyukur pernah berada di lingkungan yang penuh semangat dan dikelilingi orang-orang baik,” ungkapnya.
Lilik menegaskan, berakhirnya tugas kedinasan bukan berarti berakhir pula pengabdiannya terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, seorang guru sejatinya tidak pernah berhenti berbagi ilmu dan memberikan doa terbaik bagi generasi penerus.
“Guru sejatinya tidak pernah benar-benar pensiun dari keinginan berbagi ilmu. Saya hanya berhenti dari tugas kedinasan, bukan dari doa untuk pendidikan yang lebih baik,” pungkas Lilik Agus Darmawan. (IP)
