CIREBON, FKAN News — Suasana di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Putra Bahagia Cirebon mendadak ramai pada Selasa (20/10/2026). Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Kalijaga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun FKAN News, sebanyak 22 siswa SDN Kalijaga Permai dan 40 siswa SDN Taman Kalijaga Permai telah mendapatkan penanganan medis. Sejumlah guru dari kedua sekolah tersebut juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Jumlah korban tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut.
Gejala yang dialami para korban di antaranya muntah-muntah, perut terasa melilit, dan pusing. Kondisi tersebut membuat para siswa harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Banyaknya pasien yang berdatangan membuat pelayanan IGD Rumah Sakit Putra Bahagia menghadapi peningkatan beban penanganan. Sebagian pasien bahkan disarankan untuk mendapatkan penanganan di RS Ciremai.
Hingga berita ini ditulis, para korban masih menjalani observasi medis. Beberapa pasien telah dipindahkan ke kamar perawatan untuk menjalani rawat inap sesuai kebutuhan penanganan medis.
Situasi tersebut turut mendapat perhatian aparat keamanan. Petugas dari unsur Kepolisian dan TNI tampak berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dalam mendukung penanganan para korban.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan penyaluran MBG belum memberikan keterangan resmi. Informasi mengenai penyedia makanan, proses distribusi, serta kemungkinan penyebab kejadian tersebut juga belum diperoleh.
Belum adanya keterangan resmi membuat penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru masih perlu ditelusuri. Dugaan keterkaitan dengan konsumsi MBG harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis, penyelidikan oleh pihak berwenang, serta pemeriksaan sampel makanan apabila diperlukan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG menyasar anak-anak usia sekolah yang membutuhkan jaminan keamanan pangan dalam setiap proses penyediaan dan pendistribusian makanan.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan penelusuran menyeluruh, termasuk memastikan sumber makanan, proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusinya. Transparansi informasi juga diperlukan agar orang tua siswa dan masyarakat memperoleh kepastian mengenai kejadian tersebut.
FKAN News akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan bertambahnya jumlah korban, kondisi para siswa dan guru yang menjalani perawatan, serta keterangan resmi dari pihak rumah sakit, SPPG, dan instansi berwenang.
