" Kecewa pasti, semua pedagang bunga dan PKL lainnya pun saya yakin pasti sangat kecewa karena ini bukan PENERTIBAN, akan tetapi PEMBONGKARAN dan PENGGUSURAN, karena kalau PENERTIBAN pasti sebelumnya ada solusi terbaik untuk menempatkan para pedagang dan PKL ditempat strategi yang sudah disediakan dan layak untuk berdagang, ini mana tidak ada, jadi jelas ini PEMBONGKARAN dan PENGGUSURAN yang langsung dipimpin Wali Kota Cirebon Effendi Edo" , ungkap H. Haris (Senin, 15/12/2025) dikawasan kali baru dan sukalila Kota Cirebon.
Sebagai masyarakat dan pelaku usaha kami para pedagang bunga dan PKL lainnya sama sepakat dengan penertiban sejauh Pemko punya solusi terbaik membantu masyarakat menyediakan tempat yang layak dulu, baru silahkan bongkar. Namun sampai saat ini Pemkot hanya bisa membongkar dan menggusur tanpa membantu dan memperhatikan kondisi ekonomi warga masyarakat yang selama ini sudah berdagang dan bukan minta modal kepada Pemkot apalagi Wali Kota, jadi kami berharap Pemkot bisa membina para pedagang dengan etika dan moral yang masyarakat inginkan, tambahnya.
Terpisah tokoh masyarakat Cirebon Yayat Supriyatna, menilai permasalahan ini kembali kita harus duduk bersama mencari solusi terbaik dan jangan sampai ada kesan saling lempar tanggung jawab, yang mana ini program normalisasi sungai dari BBWS Cimanuk- Cisanggarung. Akan tetapi kebijakan lainnya ada di Pemkot Cirebon karena wilayah ada di kota Cirebon. Jelas ini harus terbuka dan transparan demi kepentingan masyarakat semua, ujarnya.
Ditanya apakah ini PENERTIBAN atau PEMBONGKARAN dan PENGGUSURAN, Yayat menjelaskan memang semuanya harus ada mekanisme yang baik dan benar, oleh karena itu kita harus paham semua dan program yang baik harus kita dukung akan tetapi penempatan PKL maupun pedagang bunga, figura dan pasar mambo pun harus Pemkot Cirebon terutama Wali kota Effendi Edo yang punya prioritas untuk memberikan perhatian yang serius, karena ini juga menyangkut nasib ratusan pedagang yang tentu berdampak pada ekonomi dan kebutuhan keluarga, terangnya. (red)