Notification

×

Iklan

Iklan Manual

Iklan Manual baris 2

Iklan

Indeks Berita

Kemah Pramuka SMPN 4 Kota Cirebon Wajib Diikuti, Bentuk Karakter dan Kemandirian Siswa

Last Updated: 2026-09-12T08:59:55Z



CIREBON, FKANNews — Kegiatan kemah Pramuka SMP Negeri 4 Kota Cirebon digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu, 11–12 September 2026, di Prima Resort, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.


Kegiatan yang wajib diikuti seluruh siswa ini menjadi bagian dari pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler Pramuka. Dengan mengusung semangat gotong royong dan kebersamaan, para siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari upacara pembukaan, permainan edukatif, api unggun, penampilan karya siswa, hingga upacara penutupan dan doa bersama.

Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, Ikin Sahrikin, mengatakan kemah Pramuka menjadi sarana pembelajaran bagi siswa di luar lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga melatih ketakwaan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian.

“Anak-anak belajar bagaimana membentuk karakter yang diinginkan, seperti bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sholat tepat waktu jangan sampai terlewat,” ujar Ikin.

Ia menambahkan, kedisiplinan siswa juga dilatih melalui pengaturan waktu makan, ibadah, kegiatan hingga istirahat. Para siswa dituntut mengikuti jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Selain itu, aspek kemandirian menjadi bagian penting dalam kegiatan kemah. Jika di rumah kebersihan dan berbagai kebutuhan siswa banyak dibantu orang tua, selama perkemahan mereka harus mampu mengurus diri sendiri, termasuk menjaga kebersihan tenda dan lingkungan.

“Di sini mereka melakukan sendiri. Mereka belajar untuk mandiri dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ikin menjelaskan, kegiatan juga diisi dengan permainan yang mengandung unsur pengetahuan dan literasi, serta api unggun dan penampilan karya siswa. Menurutnya, kesempatan tampil di depan umum sekaligus menjadi latihan mental dan keberanian peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pramuka Penggalang sebagai bagian dari proses peralihan siswa dari tingkat pendidikan dasar menuju SMP.

“Dari SD ke SMP tentu ada perbedaan. Di SMP mereka dilatih menjadi Pramuka Penggalang. Mudah-mudahan proses perubahan ini memberikan warna baru dalam kegiatan Pramuka,” katanya.

Ikin menegaskan, inti kegiatan bukan sekadar berkemah, tetapi menjadikan Pramuka sebagai media pembelajaran untuk membentuk pengetahuan sekaligus karakter siswa agar dapat diterapkan di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Ia berharap seluruh siswa dapat membawa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting adalah karakter. Mudah-mudahan apa yang mereka dapatkan secara keilmuan dan karakter bisa terealisasi di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” pungkas Ikin.

Ikin juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru, wali kelas dan orang tua siswa yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. (IP)

-->